Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim)

Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) – Masjid Aqsa merupakan salah satu masjid tertua yang letaknya ada di jantung kota Yerussalem, Palestina. Bagi Anda sahabat wisata muslim yang akan berkunjung ke negeri Palestina, sebaiknya anda sempatkan untuk singgah sejenak ke masjid ini, masjid yang disucikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Masjid yang menjadi saksi perjalanan Isra Mi’rajnya Nabi Muhammad saw.

Hj Masrura Ramidjal Owner Rabbanitour & Travel - Tampak Masjid Al-Aqsa di Belakang

Masjid Aqsa, kiblat pertama kaum muslimin

Dikutip dari beberapa riwayat hadits Imam Bukhari dan Muslim ditegaskan bahwa selama Nabi Muhammad saw bersama para sahabat ketika di Madinah, mereka melaksanakan shalat dengan menghadap kiblat ke arah masjid Al-Aqsha. Hal tersebut terus dilaksanakan selama enam belas bulan.

Selain itu juga, Al-Qur’an telah menempatkan masjid Aqsha dalam kemuliaan khusus ketika terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT yang artinya ”Maha suci Allah, yg telah memperjalankan hambanya pada suatu malam dari masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha yg telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah maha mendengar lagi maha mengetahui (QS. Al-Isra : 1).

Peristiwa isra mi’raj ini diperkirakan terjadi di tahun 620 SM, dari penyebaran agama Islam oleh Rasulullah saw. Di malam yg hening dengan didampingi malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw singgah ke Masjid Al-Aqsha dalam perjalanan Isra’ Mi’raj untuk menerima perintah shalat.

Pendiri Masjid Aqsa

Hj Masrura Ramidjal Owner Rabbanitour & Travel - Inside Aqsa Mosque
Hj Masrura Ramidjal Owner Rabbanitour & Travel – Inside Aqsa Mosque

Barangkali sebagian sahabat wisata muslim masih bertanya-tanya siapa orang yang membangun masjid pertama kali di bumi Palestina ini?yuk disimak!

Dalam catatan sejarah, masjid Al-Aqsha ini dibangun oleh Nabi Adam a.s setelah beliau membangun Baitul Haram di Makkah. Namun, seiring waktu yang lama masjid ini mengalami kerusakan yang signifikan, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Daud a.s hingga sampai tahap penyempurnaan oleh Nabi Sulaiman a.s.

Diriwayatkan oleh Abu Dzar, yg dikutip dari al-Alusi, bahwasannya Masjid Al-Aqsha ini dibangun oleh Nabi Yakub a.s sekitar 40 th setelah kakeknya, Nabi Ibrahim a.s, mendirikan Ka’bah di Makkah. Pada tahun 638 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab melakukan pengembangan pertama kalinya terhadap Masjid Al-Aqsha setelah wafatnya Rasulullah saw, kemudian berlanjut di masa kepemimpinan Al-Walid pada 705 M. dilakukan juga pembangunan masjid al-Aqsha yang meliputi kubah Masjid dan bangunan di sekelilingnya.

Wisata Halal Aqsa – Masjid al-Khalil (al-Haram al-Ibrahim) merupakan nama dari sebuah masjid yg berada di kota Hebron, Palestina. Masjid tersebut disebut dengan nama Masjid Ibrahim. Kata haram yg dimaksud berarti suci seperti yg diistilahkan bagi Masjidil Haram yang juga berarti diharamkan untuk melakukan perbuatan yang melanggar kesuciannya.

Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) - Masjid Al-Khalil
Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) – Masjid Al-Khalil

Sementara masjid al-Khalil ini merupakan gelar bagi Nabi Ibrahim a.s yang dikenal dengan khalilullah atau “kekasih Allah Swt”. Karena itulah kota Hebron dinamakan juga al-Khalil, dimana di dalam kompleks tersebut terdapat makamnya Nabi Ibrahim a.s beserta keluarganya, yang berada di bawah lantai Masjid Ibrahim (Gua Machpelah).

Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) - Gua Machpelah
Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) – Gua Machpelah

Nama Ibrahim sebagai khalilullah itu sangat berkaitan dengan sebuah ayat al-Qur’an yang artinya:

“Dan siapakah yg lebih baik agamanya daripada orang yg ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Nabi Ibrahim yg lurus dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. An-Nisa: 125)

Kebanyakan orang Kristen mengetahui bahwasannya Nabi Ibrahim adalah penyembah Allah SWT sehingga layak untuk mendapatkan gelar khalillullah. Pendapat Yahya bin Said bin al-Musayyub, ia berkata bahwasannya Allah Swt telah memberikan kedamaian, yaitu dengan cara memberikannya sebuah perintah untuk sunat. Maka hal ini pula yg dijadikan sebagai panutan umat setelahnya.

Di dalam Masjid Khalil (Masjid Ibrahim) terdapat beberapa buah cenotaph yg melambangkan masing-masing jasad yg dikubur, yaitu nabi Ibrahim dan keluarganya. Sebenarnya Makam para nabi tersebut terletak di bawah lantai, yaitu tepatnya di tempat imam shalat yg bisa ditempuh melalui lubang kecil. Cenotaph untuk laki-laki yg berada dalam ruangan tersebut berbentuk segi delapan, yaitu bagi Nabi Ibrahim, Nabi Yakub & Nabi Ishak. Sementara untuk para wanita, cenotaphnya digunakan dengan bentuk segi enam.

Pada abad pertama masehi hingga di akhir periode Utsmani, sejumlah penguasa, pangeran, juga sultan benar-benar mengawasi proses pembangunan dan perenovasian Masjid al-Khalil (Masjid Ibrahim). Beberapa diantaranya adalah Herodes, yg membangun Badr ad-Din Jamali dengan amir dari tentara Fatimiyyah, yaitu Salahudin al-Ayyubi.

Kemudian, Haram Ibrahim dilakukan perenovasian kembali yang dilakukan oleh Amir Tankaz Nasiri, wakil dari kesultanan di negeri ash-Sham selama periode 1312-1340 AD. Diikuti juga oleh amir Alam ad-Din as-Sanjar Jawali, merupakan pengawas dua haram (al-Haram asy-Syarif di Yerusalem dan Herbon).

Haram Ibrahim ini merupakan situs penting keempat dalam Islam setelah kota suci Makkah, Madinah, dan Yerusalem. Sementara di Palestina sendiri, Haram Ibrahim menjadi tempat suci kedua setelah Masjid al-Aqsa.

Haram Ibrahim terdiri dari sebuah bangunan besar yg memiliki ukuran 60 meter dengan lebar 34 meter. Bangunan tersebut dikelilingi oleh tembok besar yg dibangun dari batu besar yg dipotong secara halus. Haram Ibrahim memiliki dua menara yg didesain dengan gaya Dinasti Mamluk, masing-masing tingginya sekitar 15 meter dari permukaan bangunan.

Masjid al-Khalil (Masjid Ibrahim) ini terdiri dari halaman terbuka, kemudian kamar koridor kubah, dan gua. Bangunan tersebut digunakan sebagai pemakaman Nabi Ibrahim a.s, Nabi Ishaq a.s, Nabi Yaqub a.s, juga untuk istri-istrinya.

Ruang doa yg berada di sekitar makam tersebut memiliki luas sekitar panjang 28 meter dengan lebar 21 meter. Haram ini memiliki 3 ruang, pertama di bagian tengah yg dipakai untuk ruang doa. Ruang tersebut awalnya merupakan sebuah situs peninggalan dari kaum Frank di masa periode Romawi pada 1909 M yg kemudian dipakai sebagai gereja dan akhirnya dihancurkan, lalu dibangun kembali menjadi Mihrab oleh Salahuddin Al-Ayyubi di tahun 1187 M.

Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) - Mimbar Masjid al-Khalil
Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim) – Mimbar Masjid al-Khalil

Mimbar Masjid al-Kalil (Masjid Ibrahim) berada tepat di sebelah kanan tangga mihrab, memiliki ciri khas  desain periode Dinasti Fatimiyyah. Masjid al-Khalil (Masjid Ibrahim) ini dibangun atas perintah Badr ad-Din dari Ashqalan yg terletak 50 kilometer dari selatan Jaffa. Mimbar tersebut dianggap sebagai mimbar paling tua yg digunakan umat Islam. Meskipun demikian, kondisi mimbar tersebut masih terawat hingga kini.

Di sebelah utara Masjid al-Khalil (Masjid Ibrahim) juga terdapat halaman terbuka yg dikelilingi oleh kamar, sedangkan di sebelah utara masjid terdapat sebuah ruang khusus berdoa. Adapun di selatan terdapat mihrab dan serambi Sultan Barquq dan di sisi baratnya adalah Jami an-Nisaa.

Menurut ahli Geografi Yerusalem, Masjid al-Khalil (Masjid Ibrahim) ini menggambarkan rumah untuk kota Herbon yg mengekspresikan bangunan warisan Nabi Muhammad Saw. Sedangkan nama kompleknya diambil dari tentara salib yg awalnya merupakan Boilin hingga menjadi sebuah Castle of St Abraham pada tahun 1100 M.

Pendapat lain juga menyatakan bahwa tanah yg dibangun untuk Masjid Khalil ini dahulunya dibeli oleh Ibrahim sebagai tempat pemakaman bagi keluarganya setelah Sarah meninggal. Tempat yg disebut Gua Makhpela yang berartikan gua makam ganda. Sebagian masyarakat setempat telah mempercayai bahwa gua tersebut sebagai gua para leluhur.

Demikian sekilas sejarah mengenai Wisata ke Masjid Aqsa dan Masjid Al-Khalil (Masjid Ibrahim). Bagi Anda yang berkeinginan untuk berkunjung ke Palestina atau al-Aqsha, maka segera dapatkan Paket Wisata Halal Aqsa atau Paket Umroh Plus Aqsa yang diselenggarakan oleh Rabbanitour & Travel.

Rabbanitour sahabat anda untuk menjelajahi Dunia!

You might also like More from author

Klik Salah Satu Customer Service Kami Untuk Chat

Kontak Langsung Via Whatsapp